Overblog
Edit post Follow this blog Administration + Create my blog

Berbagai Penyebab Detritus Tonsil Dan Cara Mengatasinya

July 3 2018 Published on #Kesehatan Mulut

Pernahkah Anda memperhatikan bercak putih pada amandel Anda, atau yang disebut detritus amandel? Jika ya, mungkin itu pertanda Anda mengalami infeksi di tenggorokan. Ketahui pelbagai penyebab bercak putih pada amandel dan cara menyelesaikannya. Detritus amandel terbentuk ketika kuman dan bahan lain, seperti sel-sel mati, lendir, air liur, dan sisa makanan, terperangkap pada kripta (lekukan) amandel yang lama-kelamaan mengeras. Kondisi ini dapat dipicu oleh radang amandel (tonsilitis) berulang atau peradangan kronis pada tempat amandel dan sekitarnya.

Mereka yang mengalami penyusunan Detritus amandel umumnya juga mempunyai gejala lain, seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam, kesusahan untuk menelan, sakit kepala, pembengkakan di kelenjar getah bening, dan bau mulut. Dalam beberapa kasus, detritus amandel dapat menyebabkan pembengkakan amandel yang mengakibatkan Anda menjadi kesusahan untuk bernapas.

Berjenis-jenis Kondisi yang Menyebabkan Detritus amandel, Bercak putih pada amandel umumnya disebabkan oleh penumpukan kuman dan sisa makanan di lekukan amandel. Melainkan, terdapat pelbagai keadaan penyakit lain yang dapat menyebabkan detritus amandel, yakni:

Radang amandel

Radang amandel (tonsillitis) yakni peradangan yang terjadi pada amandel (amandel). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kuman Streptococcus pyogenes, tapi kuman lain dan virus juga dapat menyebabkan peradangan di amandel. Gejala yang timbul ketika Anda mengalami radang amandel, antara lain yakni demam, sakit tenggorokan, kesusahan untuk menelan, dan sakit kepala.

Radang tenggorokan

Radang amandel tenggorokan yakni peradangan dan rasa sakit pada tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi kuman Streptococcus pyogenes, tapi dapat juga disebabkan oleh virus, alergi, atau paparan zat yang mengiritasi tenggorokan. Radang tenggorokan karena infeksi kuman dapat ditandai dengan munculnya garis-garis atau bercak putih di tenggorokan. Selain itu, terdapat gejala lain yang dimunculkan dari penyakit ini, contohnya merasa lemas, pembengkakan di tenggorokan, kesusahan untuk menelan, demam, sakit kepala, dan mengalami gejala yang mirip flu. Radang tenggorokan umumnya lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja.

Kandidiasis oral

Kandidiasis pada mulut, atau kandidiasis oral, yakni infeksi jamur Candida albicans yang berkembang pada dinding mulut. Pada kandidiasis oral, terdapat gumpalan berwarna keputihan pada pipi bagian dalam, gusi, atau pada amandel. Gejala lainnya berupa rasa nyeri di sekitar gumpalan, kulit kering dan pecah-pecah di sudut mulut, kesusahan untuk menelan, dan mudah mengalami perdarahan ketika gumpalan tergores. Kondisi ini umumnya menyerang bayi dan orang yang mempunyai cara kekebalan tubuh yang lemah, serta efek samping pemakaian antibiotik dalam jangka panjang.

Batu amandel

Batu amandel yakni endapan kalsium yang terbentuk di dalam retakan kecil pada amandel. Endapan ini terbentuk dampak penumpukan sisa makanan, lendir, dan kuman, sehingga menonjol seperti bintik-bintik putih atau pun kuning pada amandel. Gejala biasa yang dimunculkan dari batu amandel yakni bau nafas tak enak, sakit tenggorokan, dan nyeri alat pendengaran.

Mononukleosis

Mononukleosis yang juga diketahui sebagai demam kelenjar yakni infeksi yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Penyebaran infeksi ini yakni lewat air liur. Gejala-gejala yang dimunculkan dari mononukleosis mencakup sakit kepala, demam, ruam kulit di badan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan lemas. Kondisi ini dapat menjadi salah satu penyebab bercak putih di sekitar amandel. Selain dari pelbagai keadaan di atas, detritus amandel juga dapat disebabkan oleh penyakit lain yang kurang biasa, seperti leukoplakia, kanker mulut, hingga HIV/AIDS. Orang-orang yang mempunyai cara kekebalan tubuh lemah lebih rentan mengalami bercak putih di amandel. Tidak hanya itu, berada dalam jarak dekat dengan penderita detritus amandel juga meningkatkan risiko Anda tertular penyakit tenggorokan, seperti radang tenggorokan atau mononukleosis.

Cara Mengatasi Detritus Amandel

Perawatan untuk penderita detritus amandel tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Jika bercak putih pada amandel disebabkan oleh penyakit mononukleosis, Anda dianjurkan beristirahat dan minum cukup air putih hingga gejala mengalami koreksi. Dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid untuk keadaan radang yang parah. Walaupun untuk radang tenggorokan karena infeksi kuman, dokter akan meresepkan antibiotik. Obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat diaplikasikan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri yang timbul.

Untuk keadaan detritus amandel yang disebabkan kandidiasis, dokter akan meresepkan obat antijamur untuk menyelesaikannya. Walaupun untuk batu amandel, tak diperlukan penanganan khusus, kecuali batu amandel menyebabkan ketidaknyamanan di tenggorokan. Jika bercak putih pada amandel terjadi selama beberapa hari, disertai rasa nyeri, kesusahan untuk menelan dan bernapas, kemungkinan Anda mengalami infeksi atau pun sumbatan saluran pernapasan. Lantas periksakan diri ke dokter THT seandainya terjadi gejala-gejala hal yang demikian untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang pas kepada detritus amandel.

Share this post
Repost0
To be informed of the latest articles, subscribe:
Comment on this post